Selasa, 27 Oktober 2009

PROPOSAL STUDI KELAYAKAN USAHA “MEDIKA HOME CARE”

BAB I
PENDAHULUAN

1.5 DASAR GAGASAN MEMBUKA USAHA BARU

Pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hasil proyeksi dinas Kependudukan menunukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat, yaitu dari 205,1 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 273,1 juta jiwa ditahun 2025.
Salah satu ciri kependudukan Indonesia adalah persebaran penduduknya yang tidak merata. Banyak dari penduduk Indonesia tinggal di wilayah pulau Jawa. Hal tersebut juga berpengaruh dengan tingkat perekonomian penduduknya.
Kota Yogyakarta memiliki tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata 0,72 % dari tahun ke tahun. Selain itu, dengan luas terkecil di tingkat pripinsi se-pulau Jawa, Yogyakarta memiliki kepadatan penduduk terbesar ke-3 setelah Jakarta dan Jawa Barat yaitu 13.687/km2.(BPS Indonesia, 2004)
Sebuah wilayah dengan penduduk yang padat memiliki berbagai aspek penting dalam kehidupannya. Kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia hal ini tercermin dari banyaknya jumlah penderita yang datang ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan, mereka datang dari berbagai golongan yang berbeda, mulai dari golongan ekonomi kelas tingi hingga ekonomi kelas bawah. Sebagaimana pencanangan “ Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan” pada 1 Maret 1999 oleh presiden RI, yang salah satu strateginya adalah “Pembangunan Kesehatan Nasional Menuju Indonesia Sehat Tahun 2010” dan diperkuat oleh perubahan amandemen UUD 1945, tap MPR No.3 th 2000 dan Tap MPR No. VI th 2002, membuktikan kuatnya kepedulian pemerintah akan arti pentingnya sebuah bangsa yang sehat.
Visi Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah memandirikan masyarakat untuk hidup sehat dengan misi membuat rakyat sehat. Guna mewujudkan visi dan misi tersebut berbagai program kesehatan telah dikembangkan termasuk pelayanan kesehatan di rumah. Hasil kajian Depkes RI tahun 2000 diperoleh hasil : 97,7 % menyatakan perlu dikembangkan pelayanan kesehatan di rumah, 87,3 % mengatakan bahwa perlu standarisasi tenaga, sarana dan pelayanan, serta 91,9 % menyatakan pengelola keperawatan kesehatan di rumah memerluka ijin oprasional.
Dengan banyaknya pelayanan kesehatan saat ini menyebabkan berbagai pelayanan memberikan service yang lebih memuaskan pelanggan, hal ini menyebabkan tingginya tarif rumah sakit yang tidak mampu ditanggung oleh masyarakat biasa. Tingginya jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit dan kurangnya perawatan yang diberikan pada rumah sakit menyebabkan LOS (leng of stay/lama tinggal di RS) menjadi semakin panjang sehingga banyak diantara penderita/keluarga merasa keberatan dengan biaya yang harus dibayar untuk biaya perawatan. Hal ini terjadi hampir disemua bangsal perawatan.
Menurut Depkes RI (2002) mendefinisikan bahwa home care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu, keluarga, di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, memulihkan kesehatan/memaksimalkan kemandirian dan meminimalkan kecacatan akibat dari penyakit. Layanan diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien/keluarga yang direncanakan, dikoordinir, oleh pemberi layanan melalui staff yang diatur berdasarkan perjanjian bersama. Salah satu tujuan dari pelayanan keperawatan professional adalah memberikan pelayanan keperawatan yang holistik (menyeluruh ) bio, psiko, sosio, dan kultural kepada individu, kelompok dan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dasarnya. Pelayanan yang bersifat holistic ini akan lebih lengkap dengan pemberian pelayanan keperawatan lanjutan di rumah atau lebih dikenal dengan istilah home health care.
Dari beberapa uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendirian dan pembangunan jasa pelayanan kesehatan berupa perawatan kunjungan (visiting nurse) Medika Home Care mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan paripurnanya perawatan kesehatannya. Selain itu hal ini akan sangat menguntungkan masyarakat karena lebih efektif, efisien, dan terjamin karena di kelola dan dijalankan oleh tenaga-renaga professional.
Home care dilatarbelakangi, salah satunya, oleh permintaan keluarga penderita yang diharuskan opname, namun tempat di rawat inap penuh, sementara untuk ke RSU merasa keberatan dalam hal biaya.
Adakalanya, kami melakukan home care bagi penderita kasus terminal, yakni kondisi penyakit yang dianggap tidak punya harapan lagi (dari sisi medis) dan tidak diterima di RS manapun, kami siap menerimanya.

1.6 NAMA DAN ALAMAT PERUSAHAAN

Nama : Medika Home Care
Alamat : Jalan Bantul No.44, Bantul, Yogyakarta, kode pos : 55661

1.7 BIDANG USAHA

Medika Home Care merupakan suatu usaha yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan . Secara khusus, peroyek ini melayani perawatan paripurna paska hospitalisasi.

1.8 BENTUK PERUSAHAAN

Medika Home Care merupakan suatu perusahaan berbentuk PT (Perseroan Terbatas) yang didirikan oleh 3 orang ahli yaitu :
1). Dwi Wahyuni, S.Kep.,Ns.
2). Etik Nurjanah, S.Kep.,Ns..
3). Hari Sutrisno, M.Kes.
sebagai persero aktif dan bekerjasama dengan beberapa rumah sakit di wilayah kabupaten Bantul, diantaranya :
1). RSUD Panembahan Senopati
2). RS PKU Muhammadiyah Bantul
3). RS Hidayatullah.
Pendirirannya dilengkapi dengan akta otentik sebagai akta pendirian yang dibuat dihadapan notaris Ardhiansyah, S.H. Bentuk PT dipilih karena memiliki landasan hukum yang jelas, seperti yang diatur dalam UU No.40 tahun 2007, lebih aman bagi pemilik modal karena pemimpin dapat diganti sewaktu-waktu melalui rapat dan keputusan bersama, mudah mendapatkan modal, kelangsungan hdup perusahaan lebih terjamin, efisiensi pengelolaan sumber dana.

BAB II
PROYEK YANG DIUSULKAN


2.1. PROYEK YANG DIUSULKAN

a. Sifat Infestasi
Atas inisiatif dan analisis peluang yang diambil, Yayasan Medistra membangun Medica Home Care. Home care tersebut menjadi yang pertama di wilayah Kabupaten Bantul.

b. Jenis Produk
 Produk Utama
Medica Home Care melayani jasa pelayanan kesehatan yang meliputi :
 Post hospital care
- Wound care
 Rehabilitation care
- Terapi fisik
- Terapi okupasi
- Terapi gerak untuk pasien orthopedi
 Specific medical condition
 Maternity, newborn, and pediatric care
- Kehamilan/ pre natal
- Kehamilan beresiko : DM, hipertensi, ketergantungan obat, AIDS
- Ibu baru (primi gravida)
- Bayi : kelahiran dengan trauma, premature
- Post partum : perawatan luka section secarea, perineum
- Anak-anak
 Private care
 Gerontic case management
 Educational program
 Produk Sampingan
Selain menyediakan jasa pelayanan kesehatan Medika Home Care juga menerima pesanan berupa menu diit khusus bagi beberapa penderita penyakit tertentu :
 Menu diit diabetes
 Menu diit hipertensi
 Dll.


2.2. ASPEK TEKNIS

a. Sifat Proyek
Medika Home care merupakan institusi swasta yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan berupa home care dengan menerima imbalan jasa baik secara langsung dari klien maupun pembayaran melalui pihak ketiga (asuransi). Sebagaimana layaknya layanan kesehatan swasta tentu tidak berorientasi not for profit services. Namun sebagai usaha pelayanan kesehatan yang mengutamakan peningkatan kesehatan masyarakat, Medika Home Care sekaligus menjadi lembaga sosial dalam educational program karena menjalin kerjasama dengan LSM kesehatan.

b. Jenis Usaha dan Kapasitas Pelayanan
Usaha Medika Home care ini bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan yang melayani wilayah kabupaten Bantul dan sekitarnya serta tidak menutup kemungkinan meluas di sekitar wilayah Yogyakarta. Dalam melakuakan pelayann kesehatan, Medika Home Care mampu melayani kurang lebih 25 pasien perhari baik di wilayah propinsi Yogyakarta maupun sekitarnya.


c. Lokasi
Berdasarkan analisis yang telah dibuat dengan mempertimbangkan letak yang startegis, Medika Home Care yang bertempat di Jalan Bantul No.44 Bantul Yogyakarta. Pemilihan tempat tersebut tidak lain adalah untuk memudahkan paramedis pelaksana dalam menjangkau lokasi pelayanan dengan cepat, serta membantu promosi pada masyarakat untuk mengenal Medika Home Care.

d. Bangunan
Medika Home Care berdiri di atas sebidang tanan seluas 12 x 9 m2 dengan ukuran bangunannya 15 x 12 m dan terdiri dari 2 lantai. Lantai 2 merupakan ruang-ruang manajemen dan administrasi. Ruang tamu, ruang rapat, dan dapur berada di lantai 1. Sedangkan basement digunakan untuk gudang penyimpanan, garasi, serta parkir.

e. Mesin dan Peralatan Kesehatan/ Non Kesehatan
 Peralatan kesehatan :
 Tas/ nursing kit
 Pemeriksaan fisik
 Set perawatan luka
 Set emergency
 Set pemasangan selang lambung
 Set huknah
 Set memandikan
 Set pengambilan preparat
 Set pemeriksaan lab. sederhana
 Set infus/ injeksi
 Sterilisator
 Pot/ urinal
 Tiang infuse
 Tempat tidur khusus orang sakit
 Pengisap lender
 Perlengkapan oxygen
 Kursi roda
 Tongkat/ tripot
 Perlak/ alat tenun
 Alat habis pakai
o Obat emergency
o Perawatan luka
o Suntik/ pengamian darah
o Untuk infuse
o Pemasagan selang lambung
o Huknah, selang lambung, kateter
o Sarung tangan, masker
o Dll
 Peralatan non kesehatan :
 Property
Telepon kantor, telepon selular bagi perawat pelaksana, komputer, printer, meja, kursi alamari dokumen peralatan memasak, mesin pompa air
 Alat transportasi
Mobil ambulance, sepeda motor
 dll
 Mesin
 Set peralatan perawatan luka

f. Lay Out Proses Pelayanan
 Mekanisme pelayanan
1). Proses penerimaan kasus
a). Home care menerima pasien dari rumah sakit, puskesmas, sarana lain, keluarga
b). Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus
c). Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus
2). Proses pelayanan home care
a). Persiapan
- Pastikan identitas pasien
- Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien
- Lengkap kartu identitas unit tempat kerja
- Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah
- Siapkan file asuhan keperawatan
- Siapkan alat bantu media untuk pendidikan
b). Pelaksanaan
- Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan.
- Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat
- Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien
- Membuat rencana pelayanan
- Lakukan perawatan langsung
- Diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dll
- Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan
- Dokumentasikan kegiatan
c). Monitoring dan evaluasi
- Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal
- Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan
- Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan
d). Proses penghentian pelayanan home care, dengan kreteria :
- Tercapai sesuai tujuan
- Kondisi pasien stabil
- Program rehabilitasi tercapai secara maximal
- Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien
- Pasien di rujuk
- Pasien menolak pelayanan lanjutan
- Pasien meninggal dunia

 Manajemen kasus
1). Melakukan seleksi kasus
a). Resiko tinggi ( Bayi, balita, lansia, ibu maternal )
b). Cidera tulang belakang cidera kepala
c). Coma, Diabetes mellitus, gagal jantung, asma berat
d). Stroke
e). Amputasi
f). Ketergantungan obat
g). Luka kronis
h). Disfungsi kandung kemih
i). Rehabilitasi medik
j). Nutrisi melalui infuse
k). Post partum dan masalah reproduksi
l). Psikiatri
m). Kekerasan dalam rumah tangga.
2). Melakukan pengkajian kebutuhan pasien.
a. Kondii fisik
b. Kondisi psikologis
c. Status sosial ekonomi
d. Pola prilaku pasien
e. Sumber- sumber yang tersedia di keluarga pasien
3). Membuat perencanaan pelayanan
a. Membuat rencana kunjungan
b. Membuat rencana tindakan
c. Menyeleksi sumber- sumber yang tersedia di keluarga / masyarakat.
4). Melakukan koordinasi pelayanan
a. Memberi informasi berbagai macam pelayanan yang tersedia
b. Membuat perjanjian kepada pasien da keluarga tentang pelayanan
c. Menkoordinasikan kegiatan tim sesuai jadwal
d. Melakukan rujukan pasien
5). Melakukan pemantauan dan evaluasi pelayanan.
a. Memonitor tindakan yang dilakukan oleh tim
b. Menilai hasil akhir pelayanan ( sembuh, rujuk, meninggal, menolak )
c. Mengevaluasi proses manajemen kasus
d. Monitoring dan evaluasi kepuasan pasien secara teratur
 Asuhan keperawatan
1. Pengkajian
a. Riayat kesehatan
b. Lingkungan sosial dan budaya
c. Spiritual
d. Pemeriksaan fisik
e. Kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan se- hari- hari
f. Kemampuan keluarga dalam merawat keluarga
2. Diagnosa Keperawatan
a. Aktual
b. Resiko
c. Potensial
3. Perencanaan keperawatan
a. Penentuan prioritas masalah
b. Menentukan tujuan
c. Menyusun rencana secara komprehensif.
4. Implementasi
a. Manajemen perawatan luka
b. Perawatan gangguan sistem pernafasan
c. Gangguan eleminasi
d. Gangguan Nuri
e. Kegiatan rehabilitasi
f. Pelaksanaan pengobatan
g. Tindakan Kolaborasi

5. Evaluasi
a. Mengukur efektifitas dan efisiensi pelayanan
b. Dilaksanakan selama proses dan akhir peberian asuhan.

 Pencatanan dan Pelaporan home care
 Pencatatan Manajemen kasus
a. Persetujuan pasien
b. Jadwal kunjungan
c. Lembar pengobatan
d. Tindakan tim
e. Rujukan kasus
f. Penghentian perawatan
 Pencatatan pelaksanaan asuhan keperawatan
a. Pengkajian keperawatan
b. Perencanaan asuhan
c. Evaluasi asuhan
 Alur Pelaporan
a. Home Care
b. Dinkes Kab.
c. Dinkes Prov
d. Depkes
 Materi laporan
a. Jumlah pasien
b. Jenis penyakit
c. Frekuensi kunjunagn tiap kasus
d. Jumlah pasien dapat pengobatan
e. Jumlah pasien yang dirujuk
f. Jumlah pasien yang meninggal
g. Penyebab kematian
h. Tingkat keberhasilan /kemandirian pasien
i. Jenis tenaga yang memberi pelayanan

g. Bahan Baku dan Bahan Penolong
Medika Home Care merupakan perusahaan yang menyediakan jasa pelayaan kesehatan. Oleh karena itu segi teknis lebih diutamakan, diantaranya adalah keterampilan dan pengetahuan para tim medisnya. Selain itu pelaksanaannya didukung oleh alat dan bahan-bahan kesehatan (misal kapas, betadine, alcohol, gel, obat-obatan, dan lain-lain.

h. Tenaga Kerja
Tenaga kerja Medika Home care terdiri dari 3 kelompok, yaitu :
 Tenaga Medis
Terdiri dari :
 Dokter umum : 1 orang
Melakukan pemantauan kesehatan klien secara tidak langsung serta memberikan resep obat.
 Ahli gizi : 1 orang
Membuat dan mengelola diit serta menyusun menu klien sesuai dengan kebutuhan
 Perawat pelaksana : 5 orang
o Manajer kasus (1 orang)
Mengelola dan mengkolaborasikan pelayanan,dengan fungsi :
a. Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga.
b. Menyusun rencana pelayanan.
c. Mengkoordinir aktifitas tim
d. Memantau kualitas pelayanan
o Pelaksana : memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan. dengan fungsi :
a. Melakukan pengkajian komprehensif
b. Menetapkan masalah
c. Menyusun rencana keperawatan
d. Melakukan tindakan perawatan
e. Melakukan observasi terhadap kondisi pasien.
f. Membantu pasien dalam mengembangkan prilaku koping yang efektif.
g. Melibatkan keluarga dalam pelayanan
h. Membimbing semua anggota keluarga klien dalam pemeliharaan kesehatan.
i. Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan.
j. Mendokumentasikan asuhan keperawatan.
 Tenaga Administrasi
Terdiri dari :
 Receptionist : 1 orang
Melakukan registrasi klien yang masuk
 Bagian keuangan : 1 orang
Melakukan audit keuangan perusahaan, dari pembayaran klien, merancang anggaran belanja perusahaan, dan lain-lain
 Pengelola pembukuan : 1 orang
Melakukan audit data registrasi klien serta pengelolaan data medis klien
 Tenaga Bantuan
Terdiri dari :
 Sopir ambulance : 1 orang
Mengantar jemput perawat ke lokasi klien maupun mengantar klien ke rumah sakit jika ada indikasi/ harus dilakukan perawatan/ cek medis di rumah sakit.
 Juru masak : 1 orang
Belanja dan memasak semua menu diit yang telah dibuat oleh ahli gizi sesuai dengan jumlah dan takaran yang telah ditentukan.


2.3. ASPEK PEMASARAN

a. Peluang Pasar
Masih sedikitnya inastansi pelayanan kesehatan berupa home care di daerah Yogyakarta, membuat pendirian Medika Home Care ini menjadi prospek usaha yang cemerlang dan mampu berkembang di ranah instansi kesehatan. Apalagi Medika Home Care ini akan menjadi home care pertama di wilayah kabupaten Bantul. Selain itu pengobatan dan perawatan ke rumah sakit akan membutuhkan biaya yang cukup besar karena biaya-biaya lain di luar biaya perawatan (biaya menginap, biaya transportasi, dan lain-lain), serta akan menyita waktu yang tidak sedikit bagi keluarga yang menunggunya.
Terkadang rumah sakit tidak mampu menampung pasien yang harus dirawat inap (opname) karena jumlah bangsalnya yang sudah terisi penuh. Terlepas dari hal itu, tindakan perawatan yang dilakukan di rumah sakit menjadi suatu trauma psikologis tersendiri bagi pasien. Suasana rumah sakit yang tidak kondusif untuk pengobatan dan perawatan juga akan menggangu proses penyembuhan pasien. Berbeda dengan perawatan yang dilakuakan di rumah pasien.
Pelayanan kesehatan di rumah merupakan program yang sudah ada dan perlu dikembangkan, karena telah menjadi kebutuhan masyarakat, Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dan memasyarakat serta menyentuh kebutuhan masyarakat yakni melalui pelayanan keperawatan Kesehatan di rumah atau home care. Berbagai faktor yang mendorong perkembangannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yaitu melalui pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.

b. Daerah Pemasaran (Market Segmenting)
Medika Home Care yang berkantor di wilayah kabupaten Bantul menjadikan pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit Panembahan Senopati, PKU Muhammadiyah, dan RS Hidayatullah sebagai daerah pemasarannya secara khusus, serta seluruh masyarakat di wilayah propinsi Yogyakarta secara umumnya. Namun tidak menutup kemungkinan Medika Home Care juga melayani customer-costumer di wilayah sekitar Yogyakarta, misalnya Purworejo, Magelang, Klaten, dan lain-lain.

c. Pasar Sasaran (Market Targeting)
Sasaran yang dipilih Medika Home Care dalam menawarkan jasa diantaranya :
o Klien yang jauh dari pos pelayaan kesehatan
o Klien dengan kasus penyakit terminal yang memerlukan pendampingan (misal pasca stroke, sakit kronis, dll) dimana sudah tidak memerlukan tindakan medis yang rumit
o Klien dengan indokasi perawatan luka (post op, luka ulkus, luka tekan, luka dekubitus, dll)
o Klien dengan bayi baru lahir
o Klien dengan kebutuhan terapi khusus







d. Volume dan Tarif Pelayanan

Daftar Tarif Jasa Perawatan
No. Tindakan Tarif 1 X Tindakan
1 Rawat luka 45.000 – 60.000
2 Nebulizier 35.0000
3 Angkat jahitan 45.000
4 Penanganan nyeri 50.000
5 Pemantauan KKP 50.000
6 Pemantauan Hipertensi 35.000
7 Pemantauan CVA 50.000
8 Pemantauan DM 30.000 – 50.000

Rincian biaya Perawatan
Bahan habis pakai Alat/bahan Jasa perawat
Kassa steril 2 box Pinset anatomi Jasa perawat dan transport
H2O2 1 btl Pinset cirurgie
Na Cl 1 fls Gunting verban
Verban roll 2 bj Gunting nekrotomi
Spuit 5 cc 2 bj Bak instrumen
Handscoen 1 ps Biaya perawatan alat Rp 10.000,-
Rp 30.000,- Rp 50.000,-
Biaya keseluruhan untuk perawatan luka gangren 1 kali tindakan sebesar Rp 90.000,-

Daftar sewa alat
No Alat Tarif
1 Set rawat luka 30.000 – 40.000
2 Nebulizier 40.000
3 Set angkat jahitan 35.000
4 Set hipertensi 10.000 – 20.000
5 Set oksigen + isi 1 m3 60.000
6 Set DM 20.000 – 30.000

Daftar Tarif Transport
No Transport Tarif
1 Dalam kota Yogyakatra 5.000 – 25.000
2 Luar Kota Yogyakarta 30.000/km

Daftar Tarif Menu
No Jenis Tarif
1 Diit Diabetes 30.000/ hari
2 Diit Hipertensi 27.000/ hari

e. Persaingan dan Strategi Bersaing
Home care di wilayah Yogyakarta masih dapat dihitung dengan jari dan belum banyak jumlahnya. Bahkan di wilayah kabupaten Bantul sendiri pembanguna Medika Home Care akan menjadi pelopor dan yang pertama. Oleh karena itu Medika Home Care tidak mengalami permas;ahan yang mendalam dalam hal bersaing dengan home care lain. Namun, banyaknya rumah sakir, rumah bersalin, maupun klinik akan menjadi pesaing tersendiri karena masyarakat belum mengenal istilah maupun kinerja dari sebuah home care. Masyarakat masih beranggapan bahwa prosedur pengobatan dan perawatan sepenuhnya dilakukan dari, oleh, dan di rumah sakit. Untuk itu Medika Home care berusaha untuk mempromosikan pelayanannya dan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi kesehatan dari tingkat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) hingga puskesmas-puskesmas di wilayah Yogyakarta.
Dalam hal biaya untuk 1 kali perawatan, tarif yang dikeluarkan oleh home care cenderung sedikit lebih mahal dengan biaya perawatan ketika di rumah sakit maupun klinik kesehatan. Hal ini terjadi karena tim medis home care harus mendatangi lokasi klien yang menyebabkan waktu, tenaga, dan biaya yang relatif tidak sedikit. Agar pelanggan loyal terhadap suatu institusi home care, maka Medika Home Care senantiasa mengutamakan pelayanan sebagai berikut :
 Kemudahan
Meliputi kemudahan untuk dihubungi, mendapatkan informasi, dan kemudahan untuk membuat janji.
 Selalu tepat janji
Sangat penting untuk membina hubungan saling percaya antara masyarakat dengan institusi home care swasta.
 Sesuai standar yang ditetapkan
Hal ini merupakan ciri professional, baik dalam melaksanakan tindakan, kualitas tenaga ahli, maupun manajemen perusahaan.

 Responsif
Bersifat responsive terhadap keluhan, kebutuhan, dan harapan klien.
 Relasi
Mengembangkan hubungan kerjasana secara internal dan eksternal untuk memperbaiki kualitas layanan.

f. Ukuran Pasar dan Pertumbuhannya
Usaha Medika Home Care ini secara khusus melayani pasien yang membutuhkan pelayanan home care dari RSUD Panembahan Senopati, RS PKU Muh. Bantul, dan RS Hidayatullah. Namun secara umum juga melayani klien di wilayah Yogyakarta, baik yang rujukan dari rumah sakit maupun pribadi. Kerjasama dengan beberapa rumah sakit yang semakin meluas dan didukung promo melalui situs internet yang bias diakses oleh semua orang, bukan tidak mungkin usaha Medika Home Care akan dilirik oleh investor dari luar daerah untuk menanamkan modal dan mengembangkan usaha di kota-kota lain.

g. Pangsa Pasar
Pangsa pasar selisih antara jumlah barang/ jasa yang diminta dengan jumlah barang/ jasa yang ditawarkan. Home care merupakan usaha yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan. Jumlah pasien yang memerlukan perawatan di rumah sakit secara kontinyu sangatlah banyak, namun perawatan itu terbentur oleh banyak hal, misalnya tempat yang jauh dari rumah sakit, minimnya jumlah bangsal, dan terbatasnya perawat di rukah sakit. Disisi lain masih belum banyak usaha home care yang didirikan, bahkan di Bantul sendiri belum ada satupun. Sehingga pendirian Medika Home Care ini sangatlah membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Medika Home Care memberikan penawaran rata-rata sebanyak 20 pasien per harinya, hal ini mungkin sebenarnya jauh dari permintaan masyarakat di wilayah Yogyakarta.

2.4. ASPEK MANAJEMEN

a. Kepemilikan
Usaha pelayanan kesehatan Medika Home care ini dimiliki oleh persero aktif dan pasif, yaitu :
a). Persero aktif
1). Dwi Wahyuni, S.Kep.,Ns.
2). Etik Nurjanah, S.Kep.,Ns..
3). Hari Sutrisno, M.Kes.
b). Persero pasif
1). RSUD Panembahan Senopati
2). RS PKU Muhammadiyah Bantul
3). RS Hidayatullah.

b. Struktur Organisasi







c. Tim Manajemen











d. Tenaga Kerja/ Karyawan
Tenaga kerja Medika Home care terdiri dari 3 kelompok, yaitu :
 Direktur
 Tenaga Medis
Terdiri dari :
 Dokter umum : 1 orang
 Ahli gizi : 1 orang
 Perawat pelaksana : 5 orang
o Manajer kasus (1 orang)
o Perawat Pelaksana (5 orang)
 Tenaga Administrasi
Terdiri dari :
 Receptionist : 1 orang
 Bagian keuangan : 1 orang
 Pengelola pembukuan : 1 orang
 Tenaga Bantuan
Terdiri dari :
 Sopir ambulance : 1 orang
 Juru masak : 1 orang
2.5. ASPEK KEUANGAN

a. Kebutuhan Dana
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Medika Home Care dialokasikan untuk :
 Bangunan :
Tanah seluas 108 m2
Bedung berlantai 2
Property kantor
 Teknis
Mobil ambulance : 1 unit
Motor : 2 unit
Sarana Komunikasi : 2 HP + 1 telepon kantor
 Medis :
Peralatan Kesehatan
Bahan baku perawatan kesehatan
 Perpajakan :
Pajak Listrik (per bulan)
Pajak Telepon dan Internet (perbulan)
Pajak kendaraan bermotor (per tahun)
Pajak Bumi dan Bangunan/ PBB (per tahun)
 Mengurus perijinan
 Gaji pegawai

b. Sumber Dana
Untuk membangun Medika Home Care, sumber dana yang dibutuhkan diperoleh dari :
 Pemilik PT
Hari Sutrisno, M.Kes. sebesar Rp. 75.000.000,-
Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns. sebesar Rp. 40.000.000,-
Etik Nurjanah, S.Kep., Ns. sebesar Rp. 45.000.000,-
RSUD Penembahan Senopati sebesar Rp. 20.000.000,-
RS PKU Muh. Bantul sebesar Rp. 20.000.000,-
RS Hidayatullah sebesar Rp. 20.000.000,-
 Kredit
Bank Mandiri Bantul sebesar Rp. 50.000.000,-
JUMLAH = Rp. 270.000.000,-


c. Prediksi Pendapatan
Target pendapatan/ bulan = (20 klien x Rp. 75.000,-) x 30 hari
= (Rp.1.875.000,-) x 30 hari
= Rp. 56.250.000,-

d. Prediksi Biaya
 Bangunan :
Tanah seluas 180 m2 = Rp. 24.480.000,-
Gedung berlantai 2 = Rp. 50.000.000,-
Property kantor = Rp. 17.500.000,-
 Teknis :
Mobil ambulance : 1 unit = Rp. 60.000.000,-
Motor : 2 unit = Rp. 22.000.000,-
Sarana Komunikasi : 2 HP + 1 telepon kantor = Rp. 2.500.000,-
 Medis :
Peralatan Kesehatan = Rp. 10.000.000,-
Bahan baku perawatan kesehatan = Rp. 1.000.000,-
 Perpajakan :
Pajak Listrik (per bulan) = Rp. 500.000,-
Pajak Telepon dan Internet (perbulan) = Rp. 1.000.000,-
Pajak kendaraan bermotor (per tahun) = Rp. 1.000.000,-
Pajak Bumi dan Bangunan/ PBB (per tahun) = Rp. 500.000,-
 Mengurus perijinan = Rp. 3.000.000
 Gaji pegawai (bulan pertama): = Rp. 30.350.000,-
Biaya yang dibutuhkan = Rp. 244.830.000,-
Biaya yang dibutuhkan = Rp. 244.830.000,-
Biaya tak terduga : 10% x Rp. 234.830.000,- = Rp. 24.483.000,-
TOTAL BIAYA = = Rp. 269.313.000,-

e. Prediksi Rugi Laba
Target/ bulan = (20 klien x Rp. 75.000,-) x 30 hari
(Rp.1.875.000,-) x 30 hari = Rp. 56.250.000,-
Gaji pegawai/ bulan :
Direktur = Rp. 4.000.000,-
Manager Administrasi = Rp. 3.500.000,-
Manager Pelayanan = Rp. 3.500.000,-
5 Perawat = Rp. 12.500.000,-
Dokter = Rp 2.500.000,-
Ahli gizi = Rp. 2.500.000,-
Supir = Rp 1.0000.000,-
Juru masak = Rp 850.000,-
Jumlah gaji per bulan = Rp. 30.350.000,-
Pajak telepon dan listrik = Rp 1.500.000,-

JUMLAH LABA / bulan = Rp. 24.450.000,-

f. Kriteria Investasi
Medika Home Care merupakan suatu usaha dibidang jasa pelayanan kesehatan. Infestasi perusahaannya pun tidak begitu banyak, misalnya mobil ambulance, motor, alat kesehatan, dan lain-lain. Alat-alat kesehatan yang digunakan tidak terlalu mahal harganya. Sedangkan untuk kendaraan maupun property lain misalnya telepon dan komputer memiliki masa guna yang panjang (long life), sehingga untuk pengadaan kembalinya sangat memungkinkan tidak mengalami low benefit.

BAB III
KESIMPULAN

Usaha pelayanan kesehatan berupa home care masih sangat sedikit dan belum banyak dikembangakan di Indonesia maupun di wilayah Yogyakarta pada khususnya. Banyak rumah sakit yang masih belum menyediakan pelayanan home care bagi para pasiennya. Di wilayah kabupaten Bantul sendiri bahkan semua rumah sakitnya belum menyeduakan pelayanan home care. Hal ini menjadi peluang yang besar karena Medika Home Care bekerja sama dengan rumah sakit di Bantul dan Yogyakarta. Dengan promo yang luas dan servis yang memuakan serta menjalin kerjasama dengan banyak rumah sakit, bukan tidak mungkin Medika Home Care akan berkembang menjadi proyek besar dan bahkan membuka cabang di kota-kota lain. Banyaknya pasien dengan kasus-kasus terminal yang tidak memungkinkan untuk dilakukannya perawatan secara kontinyu di rumah sakit karena ketebatasan ruangan unruk menampung pasien membuat usaha Medika Home Care layak untuk didirikan , terutama di wilayah Bantul Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar